RAPAT KOORDINASI PENYUSUNAN BAHAN MASUKAN RANCANGAN INPRES PERCEPATAN PEMBANGUNAN EKONOMI KAWASAN PERBATASAN NEGARA DI ARUK KABUPATEN SAMBAS

  • 2020-07-10
  • subag umum dan aparatur
  • Pemerintahan

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Pedagangan Provinsi Kalimantan Barat, menghadiri Undangan Kegiatan Rapat Koordinasi Penyusunan Bahan Masukan Rancangan Inpres Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Perbatasan Negara Aruk Di Kabupaten Sambas, dilaksanakan pada tanggal 8  Juli s/d 10 Juli 2020, yang bertempat di Ruang Aula Kantor Bupati Kabupaten Sambas, dengan Tema “ Rancangan Inpres Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Perbatasan Aruk, Motain, Dan Skouw”’ Pembukaan Rakor ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Sambas, Bpk Ir. H. Fery Madagaskar M.Si.

Dalam Rapat Koordinasi tersebut Pelaksana tugas (Plt.) Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Suhajar Diantoro, mengungkapkan ”lima masukan Gubernur Provinsi Kalimantan Barat terkait Konsep Pembangunan Ekonomi Kawasan Perbatasan Aruk. Menjadi point penting yaitu :

a) potensi wisatawan Malaysia dan mancanegara yang berkunjung ke Pantai Temajuk;

b) Peraturan tentang kewajiban Mobil Malaysia yang masuk ke Indonesia dan dikenakan biaya sangat berpengaruh terhadap kurangnya pengunjung dari Malaysia;

c) Kantor Badan Pengembangan Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi akan diarahkan dekat PLBN Aruk agar memudahkan pengelolaan perbatasan;

d) Nilai jual Ubur-ubur rendah karena garam yang dipakai adalah garam industri dengan kualitas standar kurang baiksehingga kualitas ubur-ubur tidak putih;

e) Pengembangan fashion yang didatangkan dari Bandung dan pengembangan meubeler melalui pelatihan kewirausahaan perlu dilakukan”.

Hasil Pembahasan Rapat Koordinasi tersebut selanjutnya akan di harmonisasi dengan Kementrian / Lembaga terkait di Pusat dan sebelum Inpres di proses di Setneg, BNPP akan menyampiakan kembali Draft Inpres kepada Gubernur Kalimantan Barat untuk memberikan tanggapan/masukan dengan Stakeholder di Kalimantan Barat.