Forum Evaluasi Kertas Kerja Tim Teknis II - SOSEK MALINDO

Indonesia dan Malaysia merupakan dua Negara bertetangga dan mempunyai garis batas yang sama di wilayah Borneo/Kalimantan dan perairan Selat Malaka. Sebagai Negara yang berbatasan langsung kedua Negara mempunyai banyak persamaan dari segi geografi dan sosial budaya, selanjutnya kedua Negara mempunyai aspirasi dan persepsi yang sama untuk memanfaatkan potensi yang ada di perbatasan/sempadan untuk dikelola bagi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat perbatasan, memantapkan kestabilan keamanan serta membuat kedua Negara bekerjasama lebih erat dalam berbagai bidang .

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pengurusi Negeri Sarawak sepakat melakukan kerjasama antar kedua wilayah tersebut. Salah satu bentuk kerjasama antara Provinsi Kalimantan Barat dengan Negeri Sarawak adalah kerjasama di bidang Sosial Ekonomi — kemudian dikenal dengan istilah Kerjasama Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) Kalimantan Barat-Sarawak.

Forum Kerjasama Sosek Malindo (Persiapan Sidang ke-33 KK/JKK Sosek Malindo Tingkat Provinsi Kalimantan Barat-Peringkat Negeri Sarawak di Kota Singkawang ) bermaksud untuk memantapkan kerjasama saling menguntungkan kedua wilayah antara Kalimantan Barat dan Sarawak dalam penyelenggaraan pembangunan yang efektif dan effesien.

Tujuan yang hendak dicapai dari kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 12 September 2017, bertempat di Hotel Grand Mahkota ini antara lain :

  1. Untuk merumuskan kebijakan yang ditempuh dalam kerjasama bilateral Indonesia-Malaysia, khususnya kerjasama Kelompok Kerja bidang Ekonomi, Perdagangan dan Perhubungan KK/JKK Sosek Malindo Tingkat Daerah Kalimantan Barat-Peringkat Negeri Sarawak yang dituangkan dalam Kertas Kerja Bidang ;
  2. Untuk mengevaluasi pelaksanaan kesepakatan yang telah diambil dalam sidang-sidang sebelumnya, baik tingkat Daerah/Negeri maupun tingkat pusat dan menyempurnakan kebijakan dalam meningkatkan pelaksanaan kesepakatan kedua wilayah.

 

Data yang tidak dapat kita pungkiri adalah, untuk saat ini Nilai Ekspor Kalimantan Barat melalui PLBN Entikong pada tahun 2015 adalah sebesar Rp. 100.387.357.175 dan meningkat pada tahun 2016 menjadi Rp.149.376.448.928 .  Namun yang perlu menjadi perhatian bahwa Nilai Impor dengan menggunakan Kartu Identitas Lintas Batas (KILB) jauh lebih besar, yakni Rp. 171.793.920.000 dan meningkat pada tahun 2016 menjadi Rp.270.791.872.000 (Sumber Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Entikong).

Melalui Forum Kerjasama  ini kita wajib memikirkan bersama cara untuk dapat menyeimbangkan Neraca Perdagangan tersebut, yang dikhawatirkan akan semakin besar Defisit yang akan kita terima jika kegiatan Impor sudah berjalan normal kembali di PLBN – PLBN yang ada di Kalimantan Barat. (Rencana mulai berfungsinya In Land Port di Entikong pada tahun 2018). Salah satu cara tentunya dengan meningkatkan kinerja ekspor malalui PLBN-PLBN yang ada di Kalimantan Barat serta upaya hilirisasi beberapa produk unggulan yang ada di Kalbar serta memanfaatkan momentum berlakunya Masyarakat Eksonomi ASEAN (MEA) .

Sesuai rencana pertemuan / sidang SOSEK-MALINDO Kalimantan Barat dengan  Sarawak akan dilaksanakan pada tanggal 23 – 25 Oktober 2017 di Kota Singkawang yang akan membahas Kertas Kerja oleh kedua belah Delegasi.