DISPERINDAG SOSIALISASIKAN PERDA PEMBANGUNAN INDUSTRI PROVINSI RAYON KOTA PONTIANAK DAN KABUPATEN SINTANG

DISPERINDAG SOSIALISASIKAN PERDA PEMBANGUNAN INDUSTRI PROVINSI

            Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat kembali melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 Tahun 2017 tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) Tahun 2017-2037.

            Sosialisasi tersebut dilaksanakan di 3 (tiga ) lokasi yaitu : di Ketapang untuk Kab. Ketapang dan Kab. Kayong Utara.  Di Pontianak untuk OPD/ Instansi/ Asosiasi/ Pelaku Usaha tingkat Provinsi, Kota Pontianak, Kab. Kubu Raya, Kab. Landak, Kab. Mempawah, Kota Singkawang, Kab. Bengkayang dan Kab. Sambas. Di Sintang untuk OPD/ Instansi/ Asosiasi/ Pelaku Usaha Tingkat Kab. Sintang, Kab. Kapuas Hulu.

            Perda No 1 Tahun 2017 tentang RPIP merupakan pelaksanaan amanat UU No. 03 Tahun 2014 Tentang Perindustrian terutaman pasal 10 yang intinya menyatakan “Setiap Gubernur Menyusun Rencana Pembangunan Industri ditetapkan dengan Perda”. Kemudian pada pasal 11 mengamanatkan juga kepada Bupati/ Walikota untuk menyusun Rencana Pembangunan Industri Kabupaten/ Kota ditetapkan dengan Perda, kata Kepala Bidang Industri Agro,Kimia, Tekstil, Aneka dan Perwilayahan Industri Disperindag Prov. Kalbar, Bulyadi, S.

Dalam proses penyusunannya Perda tersebut jelasnya mengacu (PP) No. 14 Tahun 2015 tentang Industri Nasional (RIPIN) dan Keputusan Menteri Perindustrian No. 10 Tahun 2015 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pembangunan Industri Provinsi dan Rencana Industri Kabupaten/ Kota.

Adanya Perda No. 1 Tahun 2017 memberikan arah dan focus dalam pembangunan Industri di Kalimantan Barat selama 20 (dua puluh) tahun ke depan. Prinsip Penyusunan Peda adalah : Pertama fokus memberikan perhatian secara khusus/ intens pada beberapa komoditas yang potensial sebagai pendorong/ penungkit perekonomian Daerah dan Nasional. Kedua, sedalam-dalamnya , dimaskudkan memberikan perhatian kepada struktur Industri sehingga dapat memberikan nilai tambah sepanjang rantai nilai.

Dalam Perda No. 1 tentang RPIP tersebut, ditetapkan 7 komoditas Unggulan Provinsi Kalbar yang akan diberikan fokus pengembangan industrinya selama 20 (dua puluh) tahun kedepan yaitu : Pengembangan Industri Karet, Kelapa Sawit, Kelapa, Bauksit, Hasil Laut dan Perikanan, Hasil Hutan Kayu, Hasil Tanaman Pangan.

Selain ketujuh komoditas unggulan tersebut, Pemda dapat mengembangkan Industri dari komoditas lain yang potensial dan merupakan unggulan Kabupaten/Kota yang lebih lanjut dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Industri Kabupaten/Kota (RPIK) dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten/ Kota, pungkas Bulyadi, S