Disperindag Sosialisasi Perda Prov. Kalbar No. 1 tahun 2017 Tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) Kalimantan Barat Tahun 2017-2037

Sosialisai : Suasana Sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2017 di Ketapang

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat, Mengadakan Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2017 tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) 2017-2037. Bertempat di Kabupaten Ketapang. Sosialisasi dihadiri oleh Pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kab. Ketapang dan Kab. Kayong Utara, Instasnsi Vertikal, Asosiasi dan Pelaku Usaha, Jumat (8/9)

Kepala Bidang Industri Agro, Kimia, Tekstil, Aneka dan Perwilayahan Industri, Bapak Bulyadi. S mengatakan Sosialisasi PERDA tentang RPIP dirancang bertahap berlokasi di satu daerah untuk sebuah wilayah region (beberapa Kab/ Kota terdekat)

Tahapan pertama kita lakukan di Ketapang untuk region Ketapang dan Kayong Utara. Pada Oktober mendatang kita akan sosialisasi di Sintang untuk region Sintang, Melawi, Sekadau, dan Kapuas Hulu dan terakhir di Kota Pontianak untuk region Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Bengkayang, Sambas, Landak dan Sanggau.

Lebih lanjut Bulyadi menjelaskan, bahwa penyusunan PERDA No. 1 Tahun 2017 merupakan pelaksanaan pasal 10 Undang-Undang No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian berbunyi “Bahwa setiap Gubernur menyusun perencanaan pembangunan Industri Provinsi yang ditetapkan melalui PERDA”, paparnya.

Secara struktur sambung Bulyadi, Batang Tubuh PERDA No. 1 Tahun 2017 terdiri dari 6 (enam) BAB dan 9 (Sembilan) Pasal dengan Lampiran 68 halaman. Perda berpedoman kepada Peraturan Menteri Perindustrian No. 110 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pembangunan Industri Provinsi dan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten/ Kota. tuturnya

Penyusunan PERDA RPIP jelas Bulyadi memperhatikan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 14 Tahun 2015 tentang RIPIN 2015-2035. Didalam pedoman penyusunan PERDA RPIP tercantum sistematika penulisan yang dalam batang tubuh kemudian mencantumkan 7 (tujuh) Industri Unggulan Provinsi yaitu : Industri Pengolahan Kelapa Sawit, Industri Pengolahan Karet, Industri Pengolahan Kelapa, Industri Pengolahan Bauksit, Industri Pengolahan Hasil Laut dan Perikanan, Industri PengolahanvHasil Hutan Kayu dan Industri Pengolahan Hasil Tanaman Pangan, jelas Bulyadi.

Penyusunan PERDA jelasnya telah dimulai sejak tahun 2015 dengan melakukan Kajian penyusunan Naskah Akademik serta dilanjutkan dengan proses legalisasi pada tahun 2016 .